Pihak pejuang Muslim Moro berjanji tidak akan merespon peristiwa ini dengan mengerahkan pasukan, karena pihaknya terikat dengan perjanjian
Hidayatullah.com--Sebuah masjid di Panubigan, Siocon, Zamboanga beserta 14 rumah dibakar oleh Angkatan 44 Batalyon Infanteri Angkatan Darat Filipina.
Sebagaimana dilansir oleh luwaran.com (3/12), reporter situs pro pejuang Moro ini juga berada di tempat kejadian saat masjid dan rumah-rumah tersebut masih terbakar. Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul delapan malam.
Pembakaran beberapa rumah penduduk tak berdosa dan para pejuang Moro itu dilakukan oleh pasukan Filipina yang berpangkalan di dekat Siraway, kota yang berada di propinsi Zamboanga.
Militer Pilipina sendiri beralasan bahwa mereka sedang melakukan operasi melawan para penculik. Dan menururt mereka, para penculik adalah bekas anggota MNLF (Front Pembebasan Nasional Moro), yang sudah tidak berkuasa lagi.
Akan tetapi pihak MILF (Front Pembebasan Islam Moro) tidak menerima alasan itu. Untuk menangkap penculik tidak perlu membakar rumah penduduk, apalagi masjid. MILF sendiri berjanji akan melakukan tindakan merespon peristiwa ini.
Untuk menyelesaikan masalah ini, MILF tidak menggunakan pasukan mereka, karena sudah diteken perjanjian gencatan senjata antara pihaknya dengan pihak Filipina. Pihak MILF akan mengajukan kasus ini kepada komite gencatan senjata Filipina.
Dengan adanya kejadian ini, kepercayaan rakyat Moro dan MILF terhadap komitnmen Filipina dalam perdamaian mulai menurun, apalagi sebelumnya telah terjadi beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh militer Filipina.
Pada tanggal 11 Oktober 2009 lalu, beberapa personel tak dikenal dari Angkatan 44 Batalyon Infanteri juga telah melakukan penggeledahan terhadap rumah warga sipil di Barangay Balatakan. Dan pada tanggal 29 di bulan yang sama, militer Filipina membakar rumah warga Barangay Moro Salvacion. [tho/lwr/www.hidayatullah.com]
TEL AVIV (Arrahmah.com) - Pemerintah Israel tidak mengizinkan menlu Irlandia Michael Martin untuk mengunjungi Gaza yang telah lama berada di bawah pengepungan Israel. Berbicara di hadapan Komite Oireachtas Uni Eropa pada Jumat (4/12), Martin menyatakan tidak ada alasan yang bisa diterima atas penolakan Israel tersebut.
"Saya hanya ingin pergi atas nama pribadi dan mengunjungi Gaza," katanya dikutip Irish Times.
Permintaan serupa yang datang dari beberapa negara Eropa lainnya juga telah ditolak negeri Zionis tersebut.
Sementara itu, menlu Irlandia menggambarkan situasi kemanusiaan di Gaza tidak bisa dibiarkan.
"Jika tidak ada kemajuan dalam waktu dekat ini, maka masyarakat internasional secara keseluruhan mungkin perlu mempertimbangkan kembali tekanan lebih lanjut untuk negosiasi, penyelesaian dua negara," Martin kepada Komite.
Selain memblokade Gaza, tentara Israel juga melancarkan serangan militer besar-besaran, yang dikenal sebagai 'Operation Cast Lead' di wilayah tersebut bulan Desember 2008 hingga Januari 2009. Lebih dari 1.400 warga Palestina terbunuh selama tiga minggu serangan ofensif brutal itu, dan menimbulkan kerugian sebesar $1,6 milyar terhadap perekonomian rakyat Gaza.
"Saya terkejut dengan serangan membabi buta pasukan Israel yang telah mengakibatkan begitu banyak korban jiwa dari warga sipil. Kematian dan penderitaan, serta perampasan kemanusiaan sekarang sedang diderita oleh rakyat Gaza sebagai akibat dari operasi berkelanjutan Israel yang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun, dan sudah saatnya semua itu berakhir," tutur Martin.
Martin juga menyeru Tel Aviv untuk memberikan bukti yang jelas bahwa pihak Yahudi benar-benar serius terlibat dalam perundingan damai. (althaf/prtv/arrahmah.com)
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih
Strategi baru Obama yang merupakan hasil dari mentalitas yang sama untuk melanjutkan pendudukan militer di Afganistan hanya akan menambah kekacauan di negara ini. Bahkan, Amerikalah yang bertanggung jawab atas situasi yang semakin kacau itu. Mereka telah menyerahkan kekuasaan kepada panglima perang ternama, pejabat korup dan gubernur yang terkait dengan mafia; tapi anehnya mereka malah menyatakan bahwa mereka ingin pemerintahan Kabul menjadi pemerintahan yang bersih, sementara pada saat yang sama konvoi logistik mereka yang dikawal oleh beberapa pembunuh bayaran yang terlibat dalam penculikan dan pemerasan yang sewenang-wenang. Ada ratusan pembunuh bayaran yang swasta tidak terdaftar di Afghanistan di bawah nama "penjaga keamanan" yang mengangkut heroin dalam kendaraan dinasnya. Pembunuh tersebut memiliki hubungan dengan panglima perang yang telah memegang kekuasaan yang lebih tinggi. Mereka melakukan kegiatan kriminal mereka dengan bebas.
Para preman perang itu merampas tanah dan bangunan milik pemerintah dan rakyat. Tidak seorang pun yang tahu mengapa semua itu terjadi. Sebuah tanah pemerintah di Shirpur, yang terletak di sebelah timurlaut kota Kabul merupakan contoh yang nyata. Salah satu tanah milik Departemen Pertahanan itu kini merupakan wilayah elit yang dirampas oleh para preman perang dan membangun rumah-rumah mewah. Karzai sendiri telah memberikan tanah seluas 6000-7000 hektar semena-mena. Banyak penyelundup narkoba yang telah dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan, dibebaskan oleh dekrit Presiden.
Jenderal Khudaidad, Menteri Narkoba dari Administrasi Kabul telah mengakui dalam konferensi pers bahwa perwira militer AS punya andil besar dalam perdagangan narkoba. Abdul Jabbar Sabit, mantan jendral pengacara Administrasi Kabul, mengatakan ia tidak mampu memberikan tuduhan dan hukuman terhadap beberapa gubernur ternama yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan penyuapan karena mereka dilindungi oleh pemerintahan yang lebih tinggi. Pada akhirnya, Abdul Jabar Sabit dipaksa untuk mengundurkan diri. Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton, berkali-kali telah menyebut Afghanistan sebagai negara mafia, tapi tidak pernah sekalipun dia sadar bahwa negara mafia itu adalah ciptaan mereka.
Analis independen di seluruh dunia percaya bahwa Amerika Serikat ingin mempertahankan pemerintahan yang korup di Kabul karena hal ini akan menjadi alat untuk melegalkan kehadiran militer Amerika di negara itu. Demikian pula, di satu sisi, Penasihat Keamanan Gedung Putih James Jones mengatakan hanya terdapat kurang dari 100 anggota al-Qaidah di Afghanistan, namun di sisi lain, Obama mengirimkan 30.000 pasukan tambahannya ke Afghanistan.
Kesenjangan antara kata dan perbuatan ini menunjukkan bahwa Amerika memiliki tujuan kolonialis lainnya di Afghanistan dan daerah-daerah lain, di bawah bendera perang melawan teror. Lebih jauh lagi, mereka mengklaim bahwa mereka ingin menyelesaikan masalah Afghanistan melalui negosiasi dan rekonsiliasi; tapi secara praktis, mereka ingin Mujahidin untuk meletakkan senjata dan menerima Konstitusi Amerika dan ingin mempertahankan basis mereka di Afghanistan untuk periode yang lebih panjang. Jadi di bawah taktik negosiasi, Gedung Putih ingin mencari dalih untuk melanjutkan pendudukan di Afganistan.
Orang-orang Afghanistan, terutama Imarah Islam Afghanistan, tidak memiliki agenda ikut campur dalam urusan internal negara-negara lain dan siap untuk memberikan jaminan hukum jika pasukan asing mundur dari Afghanistan. Tapi Mujahidin tidak akan pernah mau membiarkan pangkalan atau perdagangan asing di Afghanistan. Ironisnya, setelah invasi Amerika ke Afghanistan, negeri ini telah berubah menjadi medan persaingan badan-badan intelijen yang tentu saja terkait dengan rezim di Kabul dan memiliki agenda tersembunyi terhadap negara-negara sekitarnya.
Ledakan bom di tempat umum adalah salah satu bentuk kerja lembaga ini. Semakin banyak pasukan asing yang tinggal di Afghanistan, semakin banyak peristiwa mengerikan seperti itu akan terjadi. Pada saat ini, Mujahidin adalah satu-satunya pasukan yang ingin melepaskan rakyat dan negara Afghanistan dari yang tengah menjadi sandera dalam jaring laba-laba badan-badan asing. Dengan kemenangan mujahidin di Afghanistan, seluruh daerah akan mengambil napas lega dan pertumpahan darah saat ini akan berakhir. Tapi itu adalah tanggung jawab dari semua yang telah bebas secara moral dan sadar untuk membantu mujahidin membebaskan kawasan dari pusaran intrik kolonial.
Imarah Islam Afghanistan 17 Dzulhijjah 1430 H / 4 Desember 2009
(althaf/tum/arrahmah.com)
LOS ANGELES (voa-islam.com) – Menjelang perayaan natal (Christmas) tahun ini, umat Kristen dihebohkan dengan hadiah spesial berupa foto model tak berbusana memegang salib di dalam gereja Katolik. Joanna Krupa, seorang model aktivis pecinta hewan, tampil –maaf– bugil dengan tangan memegang sebilah salib untuk menutupi organ vitalnya. Foto tersebut dipublikasikan sebagai iklan PETA (The People for the Ethical Treatment of Animals), sebuah LSM pencinta binatang yang berpusat di London. Meski banyak orang Kristen di Barat menilai foto nudis di gereja ini sangat menawan, akan tetapi gereja sama sekali tidak terkesan dengan foto ini. Presiden Liga Katolik di Inggris, Bill Donahue, menilai foto ini jauh dari kepantasan. Pose telanjang Krupa yang memakai salib untuk menutupi anggota tubuh “terlarang” itu dianggap menghina ikon Katolik. “Kali ini PETA keterlaluan. Iklan itu tak pantas. Faktanya, anjing dan kucing malah lebih aman di toko hewan ketimbang dalam perlindungan PETA,” ujar Donahue, seperti dilansir The Sun, (3/12/2009). ” Mereka juga butuh pelajaran 101 Etika,” tambahnya. "Sebagai orang yang mempraktikkan ajaran Katolik, aku sangat terkejut dengan pernyataan Liga Katolik yang menentang fotoku. Aku justru melakukan apa yang seharusnya dilakukan Gereja Katolik" ujar Krupa... Iklan terbaru dari PETA memajang tubuh polos model blasteran Polandia-Amerika itu, dibuat dalam rangkaian promosi terbaru PETA jelang natal tahun ini, untuk sosialisasi gerakan adopsi hewan yang tidak memiliki tempat tinggal. Dalam foto tersebut, Joanna berpose berdiri melayang di dalam gereja Katolik, layaknya malaikat –seperti khayalan umat Kristen.– Di bawahnya berdiri beberapa ekor anjing. Dalam pose bugil dia memegang salib untuk menutupi bagian intim kewanitaannya. Di bawahnya, terdapat pesan “Be an Angel for Animals” (jadilah malaikat untuk binatang), demikian sebagaimana digambarkan okezone dan astaga dari Hollyscoop. Menghadapi serangan pihak gereja seperti ini, Krupa pun terkejut dan langsung membalasnya dengan pernyataan yang tak kalah keras. Ia menuding gereja tidak berhak menghakimi dirinya yang juga taat beragama Katolik. ”Sebagai orang yang mempraktikkan ajaran Katolik, aku sangat terkejut dengan pernyataan Liga Katolik yang menentang fotoku di PETA. Aku justru melakukan apa yang seharusnya dilakukan Gereja Katolik, bekerja menyetop tindakan tidak manusiawi terhadap binatang yang tidak berdaya. Mereka adalah kreasi tuhan yang paling pasrah,” pungkasnya. [taz/okz/atghk21/]
JAKARTA (voa-islam.com) - Puluhan ribu kader dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai di Jakarta, Bandung dan Surabaya, mendesak pemberantasan korupsi dan penuntasan skandal Bank Century sampai ke akar-akarnya. Di Jakarta, aksi damai digelar di kawasan Monas, Minggu (6/12/2009), dimulai tepat di depan Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, denan mengenakan busana muslim yang rapi. Sekitar 10 ribu massa HTI ini menuntut agar pemberantasan korupsi digalakkan oleh pemerintah.
HTI menuntut pemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya, karena mereka menilai korupsi yang semakin merajalela akan dapat merusak berbagai sendi kehidupan bangsa.
Dalam aksi ini, HTI juga menyuarakan sikapnya secara tertulis terkait pemberantasan korupsi. Salah satunya, HTI menuntut agar adanya sistem penggajian yang layak di Indonesia. HTI menuntut pemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya, karena korupsi yang semakin merajalela akan merusak berbagai sendi kehidupan bangsa... Aksi damai HTI di Surabaya Pada saat yang bersamaan, aksi damai serupa juga dilakukan oleh ratusan kader dan simpatisan HTI di Surabaya. Unjuk rasa mengecam skandal Bank Century dilakukan oleh sekitar 200 massa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
"Kalau pengucuran dana talangan (bail out) benar, maka tidak perlu ada kehebohan seperti sekarang ini," kata Jubir HTI, Ismail Yusanto, kepada wartawan di lokasi unjuk rasa.
Menurut Ismail, ketidakberesan Century sebenarnya sudah tampak sejak century terbentuk dari hasil merger Bank CIC, Bank Pikko dan Bank Danpac. Belakangan diketahui bahwa merger itu dilakukan untuk menghindari penutupan Bank CIC dan Bank Pikko.
Selain itu sikap Bank Indonesia juga sama sekali tidak tegas terhadap Bank Century, mulai dari diberikannya berbagai macam kemudahan padahal kinerjanya mengecewakan hingga diberikannya bail out sebesar Rp 6,7 Trilyun.
"Kemana uang Rp 6,7 Trilyun itu lari. Nasabahnya sendiri sama sekali belum mendapatkan uangnya kembali," tambah Ismail. HTI menyatakan, pengucuran bail out terhadap Century adalah sebuah kejahatan negara (state crime) rumusan standar IMF yang ujung-ujungnya membebani rakyat... Berdasar fakta tersebut, HTI menyatakan, pengucuran bail out terhadap Century merupakan sebuah kejahatan negara (state crime), bail out tersebut merupakan rumus standar IMF yang ujung-ujungnya membebani rakyat dengan pajak yang dibayar.
Kasus Century merupakan bukti bahwa sistem ekonomi kapitalis benar-benar bobrok dan tegakkan sistem Islam dengan penguasa yang amanah. Longmarch HTI di Bandung Di Bandung, sekira 1.000 aktivis HTI melakukan aksi long march dari Masjid Al-Ukuwah di Jalan Wastukancana menuju Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika. Mereka mengecam skandal Bank Century yang telah merugikan negara senilai Rp 6,7 triliun.
Dalam aksinya, massa HTI berjalan sejauh lima kilometer sejak pukul 08.30 WIB dari Masjid Al-Ukuwah dan berhenti tepat di depan Gedung Merdeka.
Selain berorasi, massa membentangkan sejumlah poster dan spanduk. Salah satu spanduk bertuliskan "Skandal Bank Century: Bersihkan Indonesia dari sistem dan rezim korup."
Aksi berakhir sekitar pukul 11.00 di Masjid Raya Bandung Jawa Barat. Aksi damai tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. [taz/dtk]
Jakarta (voa-islam.com) - Pernyataan SBY yang menuding adanya motif politik dalam Aksi Damai Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember mendatang, menuai protes dari berbagai kalangan. Padahal, rencana demonstrasi 9 Desember itu justru akan membantu Presiden SBY memberantas korupsi. "Kami hanya membantu pemerintah," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif, Jumat 4 Desember 2009. Menurut Syafii, mungkin Presiden SBY lupa bahwa pada Pemilu 2004 lalu pernah mengatakan akan memimpin pemberantasan korupsi. "Jadi, ya kita bantu," ujar dia. Untuk itu, Syafii meyakinkan bahwa aksi massa untuk memperingati hari antikorupsi sedunia pada 9 Desember itu tidak memiliki motif lain. Apalagi motif penggulingan Presiden atau pemakzulan. "Jangan menafsirkan macam-macam dulu lah. Saya rasa itdak ada motif lain, juga dari Tim 9 (inisiator angket Century) itu juga ngga ada motif itu," ujar Syafii. ...Kalau sekarang kjita bersuara keras dan kritis terhadap pemerintah, bukan berarti ingin menjatuhkan. Kita ini membantu pemerintah agar tegas memberantas korupsi. Kok disebut akan makar... Syafii juga menilai SBY sedang bingung jika mengeluarkan pernyataan bahwa ada pertemuan tokoh nasional yang mencoba menggulingkan kekuasaan. Selain bingung, SBY juga terlalu ketakutan. "SBY sedang bingung," tegas Syafii. Ketika ditanya isu keterkaitan dirinya dengan pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan, Syafii membantah. Dia menilai tuduhan itu merupakan fitnah. "Kalau percaya dengan berita bohong itu, artinya memang ada kepanikan berlebih di tubuh pemerintah," kata cendekiawan Muslim itu. Dengan keras Syafii membantah merancang skenario penggulingan terhadap pemerintah. "Tidak ada itu pertemuan (pertemuan di Hotel Dharmawangsa). Saya tidak pernah melakukan pertemuan itu. Tidak pernah," kata Syafii bernada tegas. “Kalau sekarang kita bersuara keras dan kritis terhadap pemerintah, bukan berarti ingin menjatuhkan. Kita ini membantu pemerintah agar tegas memberantas korupsi. Kok disebut akan makar," ujarnya. Di tempat terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, melihat ada kecenderungan pemerintah bersikap reaktif atas kritik. "Sikap demikian adalah antidemokrasi yang memberi peluang bagi kontrol sosial dan politik," ujarnya. Bentuk otoritarianisme politik Dan sikap itu, ujar Din, berbahaya bagi kehidupan politik yang demokratis. "Gelagat Pemerintah untuk membungkam kritik adalah bentuk otoritarianisme politik yang bertentangan dengan semangat demokrasi dan reformasi," ujar Din dalam pernyataan tertulisnya, Jumat 4 Desember 2009. Pernyataan Din ini disampaikan menanggapi kecurigaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas aksi 9 Desember 2009 nanti. Din merupakan salah satu peserta yang ikut aksi damai memperingati Hari Anti Korupsi Internasional oleh Gerakan Indonesia Bersih itu. Gelagat Pemerintah untuk membungkam kritik adalah bentuk otoritarianisme politik yang bertentangan dengan semangat reformasi... Seperti diketahui, gerakan sejumlah tokoh bangsa dan elemen masyarakat pada 9 Desember itu tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB). GIB akan menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dengan aksi damai yang dipusatkan di Monas. Gerakan ini didukung oleh beberapa tokoh di antaranya Prof Dr Din Syamsudin, Buya Syafii Ma’arif, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, Kardinal Darmaatmadja, Pdt AA Yewangoe, Effendi Gazali, Ray Rangkuti, Rizal Ramli, Ali Mochtar Ngabalin, Adhie M Massardi, Zaenal Bintang, Djoko Edhi Abdurrahman, Hatta Taliwang, Usman Hamid, M Rodli Kaelani, dan sejumlah tokoh lainnya. Selain itu lebih dari 20 Ormas dan LMS bergabung dalam aksi ini. GIB sendiri dibentuk 1 Desember 2009, dengan latar belakang perkembangan saat ini yang gerakan untuk memusnahkan mafia hukum dan korupsi semakin mengemuka. [taz/dbs]
Kementrian kantor pelayanan telah melarang penggunaan kata-kata seperti Islamis dan fundamentalis - karena dalam beberapa kasus dapat menyinggung perasaan umat Muslim. Delapan halaman dari daftar panduan "Whitehall" menyebutkan bahwa dilarang menggunakan kata-kata tersebut ketika berbicara tentang terorisme di depan umum dan harus memberikan alternatif kata yang lebih baik secara politis. Mereka menjelaskan untuk tidak merujuk kepada ekstremisme Muslim sebagai menghubungkan Islam dengan kekerasan. Sebaliknya, mereka didesak untuk berbicara tentang terorisme atau ekstremisme kekerasan. Kata-kata Fundamentalis dan Jihadis juga dilarang digunakan karena mereka akan membuat "eksplisit link" antara Muslim dan teror. Kementrian kantor pelayanan menyatakan bahwa harus menyebutkan dengan kata-kata seperti penjahat, pembunuh atau preman sebagai gantinya. Radikalisasi harus disebut dengan cuci otak dan berbicara tentang Islam moderat atau radikal harus dihindari karena dapat menyebabkan "perpecahan ditengah masyarakat". Kata Islamofobia juga tidak boleh digunakan karena dapat diterima sebagai "sebuah penghinaan kepada umat Muslim". Panduan ini dibuat oleh unit Riset rahasia, Informasi dan Komunikasi pada kementrian kantor pelayanan Inggris, untuk "menghindari mengatakan secara tidak langsung bahwa komunitas tertentu disalahkan" untuk kasus terorisme. Hal ini mengatakan bahwa lebih dari 2.000 orang yang bisa dituduh terlibat dalam rencana teror. Kementrian kantor pelayanan Inggris juga mengatakan : "Ini adalah tentang penggunaan bahasa yang pantas digunakan yang memiliki dampak kontra-terorisme. Sangatlah bodoh untuk melakukan hal lain."(fq/ts)
Marilah kita buka satu persoalan yang di negara-negara Barat dianggap sebagai simbol dari penindasan dan perbudakan wanita, yaitu jilbab atau tudung kepala. Apakah betul tidak terdapat pembahasan mengenai jilbab di dalam tradisi Jahudi-Kristen ? Mari kita lihat bukti catatan yang ada. Menurut Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Beliau disana mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut isterinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."
Hukum Rabbi melarang pemberian berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap "telanjang". Dr. Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."
Dr. Brayer juga menerangkan bahwa jilbab bagi wanita Yahudi bukanlah selalu sebagai simbol dari kesopanan. Kadang-kadang, jilbab justru menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya ketimbang ukuran kesopanan. Jilbab atau tudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi. Jilbab juga diartikan sebagai penjagaan terhadap hak milik suami.
Jilbab menunjukkan suatu penghormatan dan status sosial dari seorang wanita. Seorang wanita dari golongan bawah mencoba menggunakan jilbab untuk memberikan kesan status yang lebih tinggi. Jilbab merupakan tanda kehormatan. Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237). Wanita-wanita Yahudi di Eropa melanjutkan menggunakan jilbab sampai abad ke sembilan belas hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Tekanan eksternal dari kehidupan di Eropa pada abad sembilan belas memaksa banyak dari mereka pergi keluar tanpa penutup kepala.
Beberapa wanita Yahudi kemudian lebih cenderung menggantikan penutup tradisional mereka dengan rambut palsu sebagai bentuk lain dari penutup kepala. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang saleh tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239). Sementara beberapa dari mereka. seperti sekte Hasidic, masih menggunakan rambut palsu (Alexandra Wright, 19??, hal 128-129).
Bagaimanakah jilbab menurut tradisi Kristen? Kita sendiri menyaksikan sampai hari ini bahwa para Biarawati Katolik menutup kepalanya yang suruhannya sebetulnya telah ada semenjak empat ratus tahun yang lalu. Tetapi bukan hanya itu, St. Paul (atau Paulus) dalam Perjanjian Baru, I Korintus 11:3-10, membuat pernyataan-pernyataan yang menarik tentang jilbab sebagai berikut: "Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah laki-laki dan kepala Kristus adalah Allah. Tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga mengguting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan dicipt akan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena malaikat". (I Korintus 11:3-10).
St. Paul memberikan penalaran tentang wanita yang berjilbab atau berkerudung adalah bahwa jilbab memberikan tanda kekuasaan pada laki-laki, yang merupakan gambaran kebesaran Tuhan, atas wanita yang diciptakan dari dan untuk laki-laki. St. Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."
Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272). Beberapa golongan Kristen, seperti Amish dan Mennoties contohnya, mereka hingga hari ini tetap mengenakan tutup kepala. Alasan mereka mengenakan tutup kepala, seperti yang dikemukakan pemimpin gerejanya adalah: "Penutup kepala adalah simbol dari kepatuhan wanita kepada laki-laki dan Tuhan," logika yang sama seperti yang ditulis oleh St. Paul dalam Perjanjian Baru (D. Kraybill, 1960, hal 56).
Dari semua bukti-bukti di atas, nyata bahwa Islam bukanlah agama yang mengada-adakan dan mewajibkan penutup kepala, tetapi Islam telah mendukung hukum tersebut. Al Qur'an memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan yang beriman untuk menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Juga memerintahkan wanita beriman agar memanjangkan penutup kepalanya sampai menutupi leher dan dadanya.
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat..... Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya..." (An Nuur:30,31)
Di dalam Al Qur'an jelas tertulis bahwa kerudung sangat penting untuk menutup aurat. Mengapa aurat itu penting ? Hal itu dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al Ahzab 59: "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu." (Al Ahzab:59)
Pada intinya, kesederhanaan digambarkan untuk melindungi wanita dari gangguan atau mudahnya, kesederhanaan adalah perlindungan.
Jadi, tujuan utama dari jilbab atau kerudung di dalam Islam adalah perlindungan. Kerudung di dalam Islam tidak sama seperti di dalam tradisi Kristen dimana merupakan tanda bahwa martabat laki-laki berada di atas wanita dan merupakan simbolisasi tunduknya wanita terhadap laki-laki. Kerudung di dalam Islam juga bukan seperti di dalam tradisi Yahudi dimana kerudung merupakan tanda keagungan dan tanda pembeda sebagai wanita bangsawan yang menikah. Kerudung di dalam Islam hanya sebagai tanda kesederhanaan dengan tujuan melindungi wanita, tepatnya semua wanita. Pada falsafah Islam dikenali prinsip bahwa selalu lebih baik menjaga daripada menyesal kemudian. Al Qur'an sangat memperhatikan wanita dengan menjaga tubuh mereka dan kehormatan mereka atas pernyataan laki-laki yang berani menuduh ketidaksucian seorang wanita, mereka akan mendapat balasan;
"Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah (mereka yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An Nuur 4)
Bandingkan sikap Al Qur'an yang sangat tegas, dengan hukuman yang sangat longgar bagi pemerkosa di dalam Injil:
"If a man find a damsel that is a virgin, which is not betrothed, and there was none to save her. Then the man that lay with her shall give unto the damsel's father fifty shekels of silver, and she shall be his wife; because he hath humbled her, he may not put her away all his days" (Deut. 22:28-29).
Terjemahannya: "Jika seorang laki-laki menemui seorang gadis yang tidak dijanjikan untuk dinikahkan kemudian memperkosanya, dia harus membayar sebesar lima puluh shekels perak kepada ayah gadis itu. Laki-laki itu harus menikahi gadis tersebut karena perbuatannya dan dia tidak boleh menceraikannya selama hidupnya" (Ulangan. 22:28-29).
Patut ditanyakan, siapa yang sebenarnya dihukum dalam hal ini? Orang yang membayar denda karena telah memperkosa ataukah gadis yang dipaksa untuk menikah dengan laki-laki yang memperkosanya dan harus tinggal bersamanya sampai dia mati ? Pertanyaan lainnya: Mana yang lebih melindung seorang wanita sikap tegas Al Qur'an atau sikap kendor moral (lax) daripada Injil ?
Beberapa kalangan, terutama di belahan negara-negara Barat, mungkin cenderung untuk menertawakan bahwa kesederhanaan (modesty) berguna untuk perlindungan. Alasan mereka adalah perlindungan yang terbaik yaitu memperluaskan pendidikan, berperilaku yang sopan, dan pengendalian diri. Kami akan mengatakan: semua itu baik tapi tidak cukup.
Jika tindakan yang ada dipandang perlindungan yang sudah cukup, lalu mengapa wanita-wanita di Amerika Utara saat ini tidak berani berjalan sendirian di kegelapan atau bahkan cemas melewati tempat parkir yang sepi ?. Jika pendidikan adalah suatu penyelesaian lalu mengapa Universitas Queen yang terkenal pelayanan pendidikannya terpaksa harus mengantar pulang para mahasiswi di dalam kampus ?. Jika pengendalian diri adalah jawabannya, lalu mengapa kasus pelecehan sex di tempat kerja diberitakan di media masa nyaris setiap hari ?. Contohnya, yang tertuduh melakukan pelecehan sex dalam beberapa tahun terakhir: para perwira Angkatan Laut, Manager-manager, Professor-professor, Senators, Pengadilan Tinggi (Supreme Court Justices), dan bahkan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sendiri !
Saya tercengang saat saya membaca statistik yang ditulis dalam sebuah pamflet yang dikeluarkan oleh Dean of women's office di Universitas Queen berikut :
* Di Canada, setiap 6 menit ada seorang wanita yang mengalami pelanggaran sexual.
* 1 dari 3 wanita di Canada akan mengalami pelanggaran sexual pada suatu saat dalam kehidupannya.
* 1 dari 4 wanita berada dalam resiko diperkosa atau usaha pemerkosaan dalam kehidupannya.
* 1 dari 8 wanita akan mengalami pelanggaran sexual saat menjadi mahasiswi unitersitas.
* Sebuah penelitian menemukan bahwa 60% dari mahasiswa laki-laki mengatakan mereka akan berbuat pelanggaran seksual jika mereka yakin mereka tidak ditangkap.
Ada sesuatu yang secara fundamental amat sangat keliru di masyarakat kita ini [negara Barat, penerjemah] Suatu perubahan yang radikal sangat perlu dilakukan di dalam gaya hidup dan budaya kita ini. Budaya hidup sederhana (modesty) teramat sangat dibutuhkan.Sederhana dalam berpakaian, dalam bertutur kata, dan dalam sopan santun berhubungan antara pria dan wanita. Kalau perubahan tidak dilakukan, maka angka-angka statistik yang kelabu di atas akan makin suram dari hari ke hari hingga benar-benar semuanya terjerembab dalam kegelapan. Dan sialnya, penanggung beban masyarakat yang paling berat adalah para wanita.
Sesungguhnya kita semua menderita sebagaimana Khalil Gibran (sastrawan nasrani dari Libanon, penerjemah) pernah mengatakan: "...for the person who receives the blows is not like the one who counts them." (Khalil Gibran, 1960, hal 56). Oleh sebab itu, sebuah masyarakat seperti Perancis yang pernah mengusir seorang gadis dari sekolahnya lantaran si gadis menampilkan kesederhaan dengan mengenakan tudung, sesungguhnya hanyalah tindakan yang mencelakakan masyarakat itu sendiri.
Adalah sebuah ironi maha besar di dalam dunia yang kita tinggali saat ini. Secarik tudung penutup kepala mereka katakan sebagai simbol 'kesucian' saat dikenakan oleh seorang biarawati Katolik, padahal dalam ajaran Kristiani hal itu untuk menunjukkan kekuasaan pria. Namun apabila secarik tudung kepala tersebut dikenakan oleh seorang muslimah untuk keperluan melindungi diri, justru dituduh sebagai simbol penindasan pria atas wanita! []
Catatan Redaksi: Artikel berikut adalah salah satu bab dari buku kecil karangan Dr. Sherif Abdel Azeem, seorang professor di Queen University, Ontario, Canada. Judul bukunya (terbitan 1996) adalah Women in Islam versus Women in the Judaeo-Christian Tradition; The Myth and The Reality. Hak Cipta ada pada pengarang dimana beliau mengijinkan untuk penyalinan dan terjemahan sepanjang tidak mengurangi isinya.
Terjemahan ke bahasa Indonesia dilakukan oleh Ria Amirul. Saat diterjemahkan, naskah asli bisa di-download dari situs http://www.stanford.edu/group/issu.
Mogadishu - Jurubicara pejuang Islam al Shabab pada Jum'at ini menyatakan menolak keterlibatan gerakannya dibalik serangan bom saat di dilangsungkan upacara wisuda kedokteran di ibukota yang menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk tiga menteri Somalia yang tewas. Insiden ini terekam jelas oleh kamera wartawan.
"Kami menyatakan jika al Shabab bukan dalang dibalik ledakan ini.. kami percaya bahwa insiden ini diplot oleh pemerintah sendiri", kata jurubicara al Shabab Sheikh Ali Mohamud Rage dihadapan wartawan. "Bukan kebiasaan al Shabab untuk menyerang penduduk tak berdosa".
Rage mengatakan, disana sudah ada ketegangan politik yang lama diantara para pejabat pemerintahan senior yang didukung pihak Barat.
"Kalian tahu disana ada perebutan kekuasaan.. dan itu sudah terjadi sangat lama", katanya.
"Kami tahu, ada beberapa pejabat pemerintah yang meninggalkan lokasi ledakan hanya beberapa menit sebelum terjadinya ledakan. Hal itu sudah menjelaskan bahwa mereka dibalik aksi pembunuhan itu".
Washington menyatakan jika al Shabab, satu-satunya kelompok perlawanan Somalia yang pernah melakukan serangan bunuh diri di masa lalu, mereka disebut sebagai wakil al Qaeda di negeri Tanduk Afrika tersebut.
Saksi mata mengatakan, pengeboman di hotel yang terletak di ibukota tersebut dilakukan seorang pria yang menyamar menjadi seorang wanita bercadar.
Ia memasuki ruang upacara yang dihadiri para wisudawan dari fakultas kedokteran Universitas Benadir, para orang tua murid dan pejabat pemerintah. Sebelum pembawa bom yang menyamar tersebut sampai di podium bom pun meledak dan membuat kacau ruangan.
[muslimdaily.net/reuters]
Rabu lalu (02/12) TV 2 Israel menayangkan potongan rekaman aksi biadab seorang pemukim Yahudi yang menggilas seorang pemuda Palestina dengan mobil berulang kali, sebelum akhirnya mobil tersebut berhenti tepat di atas pemuda tersebut. Teriakan kesakitan pemuda Palestina itu membuat rekaman itu semakin mengiris hati yang melihatnya. Aksi keji ini terjadi di Hebron, sebelah selatan Tepi Barat, Palestina. Kejadian ini terjadi di depan mata pihak kepolisian Israel, para aktivis Bintang David Merah yang mengurus ambulan, dan para hadirin lainnya. Situs infopalestina berbahasa Arab melansir, bahwa salah seorang di antara mereka meneriakkan kalimat dengan bahasa Ibrani yang artinya, "Lindaslah dia!" Sedangkan sebagian yang lain berusaha untuk menjauhkan kamera yang ada untuk menutupi aksi keji ini dari media. Mahasiswa yang teraniaya tersebut bernama Wasim Usamah Maswadah (21). Ia seorang mahasiswa Universitas Yornania, spesialisasi menajemen. Kepolisian Israel menuduhnya telah melakukan serangan terhadap dua orang Yahudi di pemukiman Kiryat Arba di Hebron. Walau status Wasim masih tertuduh, polisi Israel telah menembaknya 6 kali; 4 peluru bersarang di perutnya dan 2 lagi di paha kanannya. Setelah itu, pemukim Yahudi yang memiliki hubungan dengan dua orang pemukim Yahudi yang diserang tersebut, menggilas Wasim dengan mobil berulang kali. Situs Aljazeera.net dan sumber lainnya menginformasikan, bahwa setelah kejadian itu Wasim Usmah dalam keadaan yang sangat kritis dengan luka yang sangat parah. Namun ia masih hidup. Setelah kejadian itu, Wasim meringkuk di rumah sakit Hadasa Ain Karim, di kota Al-Quds. Ia dijaga ketat oleh tentara penjajah. Sedangkan keluarganya sama sekali tidak diberi izin untuk menjenguk. Di pihak lain, pemukim yang melindas Wasim hanya diinterogasi sejenak oleh pihak kepolisian, dan kemudian ia dibebaskan. Saat ini pelaku tinggal nyaman bersama keluarga dan anak-anaknya. Sedangkan otoritas penjajah Zionis belum mengambil sikap, apakah akan menghakiminya, atau akan memposisikan kasus ini sebagai aksi "membela diri." Kriminalitas Berulang yang Disokong Pemerintah Zionis Ketua Badan Islam Kristen untuk Menyelamatkan Al-Quds dan Kesucian Syekh Taisir Rajab Al-Tamimi mengecam aksi keji ini. Beliau mengatakan, "Ini adalah kriminalitas biadab yang jarang terjadi dalam sejarah. Ini tidak mungkin terjadi kebetulan, tapi kekejian demi kekejian itu terjadi secara terencana, sebagai aplikasi setiap kata dari fatwa pendeta Yahudi radikal, yang menyeru untuk membunuh setiap warga Palestina dan orang Arab." Syekh Taisir juga mengisyaratkan, bahwa telah terjadi lebih dari 600 kali tindak kriminal pembunuhan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap orang-orang Palestina. Kasus-kasus itu tidak dibawa kemahkamah kecuali 20 kasus pembunuhan. Hukuman terberat yang dijatuhkan kepada para kriminal itu hanya 6 bulan penjara, itupun eksekusinya tidak dilaksanakan! Peristiwa Lama Berita Baru Peristiwa keji ini sebenarnya telah terjadi pada 25 Oktober 2009. Namun baru hari Rabu sore lalu ditayangkan di TV 2 Israel. Awalnya, otoritas penjajah Israel melarang penyebaran rekaman vidio ini. Koresponden Aljazeera di Al-Quds, Ilyas Kiram, mengatakan, "Ditayangkannya vidio ini oleh TV 2 Israel bisa jadi karena dua motif, pertama, adanya persaingan media antara TV 2 dan TV 10 Israel. Kedua, Israel berusaha menciptakan penyeimbangan berita aksi keji memalukan yang terjadi di depan kepolisian dan awak ambulan." Upaya Menuntut Hak Kepada koresponden Aljazeera, Ayah dari Wasim yang bernama Usamah mengatakan, bahwa ia tidak akan berhenti untuk menuntut hak anaknya. Ia akan mengajukan kasus ini ke mahkamah manapun dengan cara apapun. Usamah sempat mengatakan, bahwa ia tidak mampu mengungkapkan apa yang terjadi pada anaknya, tidak diwakili oleh kata biadab dan keji. Ia tidak mampu mengungkapkannya, karena yang terjadi sangatlah menyakitkan. Hingga kini, ia tidak tahu bagaimana keadaan anaknya. Hari Kamis lalu (03/12) Menteri Informasi Palestina di Gaza mengatakan, "Kejadian ini merupakan kejahatan perang baru, yang menambah panjangnya silsilah kejahatan perang dan penjajahan yang dilakukan Israel." Di hari yang sama, Menteri Kebudayaan Palestina di Gaza meminta seluruh media menginformasikan kejahatan ini, untuk menguak silsilah kebiadaban penjajah Zionis Israel. (Sn/alj/infp/myj)
Berhasil menjadikan Somalia sebagai neraka, kini Amerika menggunakan makanan sebagai senjata melawan orang-orang yang kelaparan Hidayatullah.com--Tiga tahun setelah menciptakan "krisis kemanusiaan terparah" di Afrika, dengan mendukung penuh Ethiopia untuk menginvasi Somalia, Amerika Serikat sekarang menggunakan makanan sebagai senjata menghadapi orang-orang Somalia yang kelaparan. Pemerintah Amerika Serikat melancarkan "perang kelaparan" terhadap rakyat Somalia. Menurut pejabat PBB, Washington telah mengganggu penyaluran bantuan makanan yang sangat dibutuhkan Somalia, dengan alasan makanan itu akan jatuh ke tangan Shahab, kelompok perlawanan Muslim Somalia yang disebut AS sebagai "teroris". Empatpuluh juta pound makanan sumbangan -- yang katanya berasal dari AS, hanya dibiarkan menumpuk di gudang kota Mombasa, Kenya. Para pejabat AS tidak memperbolehkan petugas kemanusian menyalurkannya kepada rakyat Somalia yang sangat membutuhkan. Sangat jelas sekali Amerika menggunakan makanan sebagai senjata politik. Mereka menyandera orang-orang yang kelaparan dengan memanfaatkan tujuan-tujuan politiknya. Taktik yang serupa digunakan oleh tentara-tentara jaman kuno, dengan sengaja mengepung dan membiarkan penduduk sebuah kota kelaparan, hingga akhirnya menyerah. Hampir tiga tahun sudah, sejak Amerika mengubah kehidupan rakyat Somalia menjadi neraka. Bulan Desember 2006, AS mendukung penuh Ethiopia untuk menyerang Somalia, guna mengulingkan pemerintahan Islam yang telah membawa kedamaian di Somalia. Invasi itu menciptakan keadaan yang dsebut PBB sebagai "krisis kemanusian terparah di Afrika", yang bahkan lebih parah dari krisis Darfur di Sudan. Krisis parah yang diciptakan Amerika di Somalia, bertambah parah dengan kekeringan yang melanda seluruh negeri. Sebagai akibatnya, separuh populasi harus bergantung secara penuh pada bantuan makanan dari luar negeri. Dengan mengunci persediaan makanan di gudang-gudang Kenya, "pemerintah AS menahan bantuan untuk Somalia ... disandera untuk kepentingan kebijakan kontra-terorismenya," demikian tulis majalah Foreign Policy (30/10). "Amerika tidak bisa memenangkan peperangan dengan menggunakan cara militer yang konvensional, maka mereka mengambil jalan perang dengan memanfaatkan kelaparan," lanjutnya. Pemerintahan boneka AS di Somalia sekarang ini hanya mengendalikan beberapa perkampungan di ibukota Mogadishu dan bandara udaranya saja. Menurut sebuah artikel di New York Times, para orangtua melaporkan, anak-anak mereka yang selama ini bertahan hidup dengan bantuan makanan sekarang sekarat, karena Amerika menghentikan penyaluran bantuan. Kondisinya sangat mengerikan, karena hanya gudang-gudang makanan AS di Kenya saja yang bisa masuk ke Somalia saat ini. Tidak ada sumber lain yang bisa dimanfaatkan. Kekeringan di Afrika Timur telah mempengaruhi sekutu-sekutu dan juga musuh-musuh AS.  Ethiopia telah mengajukan permohonan bantuan atas nama 23 juta rakyatnya yang terancam kekeringan di berbagai daerah. Kekeringan terburuk dalam sepuluh tahun terakhir ini di Somalia, diperparah dengan kenaikan harga bahan makanan yang melonjak sangat tinggi, yang sengaja diciptakan oleh para spekulator asal AS dan negara-negara kaya lainnya. Dengan demikian rakyat Somalia yang kelaparan semakin babak belur, karena dihantam dari tiga sisi. Kenaikan harga yang diciptakan para spekulator, kekeringan, dan pemerintah Amerika yang sengaja menjalankan taktik "perang kelaparan". Pemerintahan Obama benar-benar sengaja ingin membuat orang-orang Somalia menjerit, sebagai hukuman atas perlawanan mereka terhadap kungkungan Paman Sam. Tapi bayi-bayi Somalia yang kelaparan tidak bisa menjerit, mereka bahkan tidak mampu untuk meneteskan air mata. [ di/un/www.hidayatullah.com]
Zionis-Israel melarang Imam dan khatib masjid Al-Aqsa, Syeikh Ikrima Shabri masuk tempat suci umat Islam itu selama 6 bulan, menyusul beberapa tokoh lainnya Hidayatullah.com--Hari Rabu sore kemarin, pemerintah penjajah Zionis-Israel telah menyerahkan kepada Syeikh Ikrimah Shabri, keputusan mengenai larangan masuk masjid Al-Aqsa selama 6 bulan. Sebagaiman disebutkan kantor berita Palestina, bahwa pihak penjajah telah mengeluarkan keputusan guna menjauhkan para tokoh Palestina dari Al Aqsa. Sebelumnya ulama yang kini menjabat sebagai imam dan khatib Al Aqsha ini, menerima panggilan, saat b  eliau baru tiba dari perjalanan dari Diyar Al Hijaziyah. Melalui pengacara, beliau bermaksud menunda untuk memenuhi panggilan, karena letih. Akan tetapi pihak Israel tidak menerima alasan itu, dan mereka mengancam akan menahan Syeikh Ikrimah, jika beliau tidak segera memenuhi panggilan. Akhirnya, ulama yang pernah menjabat sebagai mufti Palestina itu mendatangi ruang intelijen no. 4, di Al Quds Barat, guna menerima surat pelarangan masuk Al-Aqsa. Sebelumnya beberapa tokoh lain juga telah dilarang memasuki masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam itu. Syeikh Raid Shallah, Ketua Harakah Islamiyah dan Hatim Abdul Qadir, tokoh dari gerakan Fatah yang memiliki perhatian terhadap Al-Quds, termasuk dari mereka yang dilarang. Ulama yang juga Ketua Mahkamah Islam di Al-Quds ini mengecam Israel yang memberikan penentuan batasa usia orang-orang yang harus memasuki Masjidil Aqsa. Menurutnya, batasan usia yang diberikan Israel adalah rasis dan mencoba menghilangkan peran kaum muda Palestina.
Selain itu, beliau juga mengaku heran atas keheningan badan-badan HAM dan negara-negara Barat yang berbicara pro-demokrasi siang dan malam, dan yang menyuarakan keprihatinan atas masalah-masalah seperti patung Buddha di Afghanistan. Namun untuk masalah Yerusalem di Palestina yang menderita rasisme tingkat tinggi atas pelarangan memasuki tempat ibadah di siang bolong, tidak pernah ada yang memprotes. [tho/iay/www. hidayatullah.com]
Sebuah surat kabar daerah Harian Radar Cilacap (26/5/2009) memberitakan sebuah perusahaan swasta akan membangun 250.000 unit rumah tipe 45 yang kemudian akan dibagikan secara cuma-cuma kepada keluarga pra-sejahtera. PT. Bina Mitra Bangun Persada (BMBP) yang dipimpin oleh Pendeta Dr Agustinus Anasay direncanakan akan membangun 250.000 unit rumah tipe 45. Setiap rumah bernilai Rp. 180.000.000,- sudah termasuk perabot rumah tangga. Untuk tahap pertama ini pembangunan rumah dilakukan di Kabupaten Purbalingga dan Cilacap ber jumlah 10.000 rumah. Pembangunan ini dipercayakan kepada PT. BMBP Cabang Jawa Tengah yang berkantor di Jalan Letnan Yusuf no. 1 Purbalingga dipimpin oleh Pendeta Agustinus Chrystian Bire. Kedua pendeta tersebut menyatakan bahwa pembagian rumah tersebut tidak memandang ras, suku, dan agama. Semata-mata untuk membagi kasih dan kebahagiaan bagi kaum lemah dengan harapan kaum yang lemah tersebut akan tercukupi kebutuhan hidupnya sehingga dapat merasakan kebahagiaan. Harus diwaspadai Mengapa program pembangunan yang kelihatannya sangat baik itu perlu diwaspadai? Karena ada hal-hal yang tidak wajar dan patut dipertanyakan pada program ini. Pertama, dari mana perusahaan swasta yang baru berdiri itu memperoleh dana sangat fantastis yakni Rp. 45.000.000.000.000,- (180.000.000 x 250.000). Karena tidak ada perusahaan swasta dalam negeri yang memiliki dana sebesar itu. Boleh jadi dana tersebut merupakan bantuan dari luar negeri. Kalau demikian, apakah pemerintah sudah tahu hal ini. Bukankah ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh setiap organisasi yang menerima bantuan luar negeri. Apakah hal ini sudah diperiksa oleh pemerintah ? Kedua, bahwa lahan/tanah yang akan dibangun rumah menurut aturan haruslah bersertifikat. Lalu atas nama siapakah sertifikat tersebut. Kalau atas nama pemilik modal yang notabene seorang pendeta, maka sang pendeta tersebut memiliki otoritas penuh atas lahan itu. Pemerintah tidak bisa ikut campur tangan langsung mengatur pembagian rumah untuk rakyatnya. Terlebih lagi apabila si pendeta tersebut mengatas-namakan agama dalam pembagian rumahnya, maka pemerintah tidak mungkin bisa berbuat apa-apa. Bisa-bisa dianggap menghalangi kebebasan beragama seseorang. Ketiga, seorang pendeta sudah pasti terikat dengan tugasnya sebagai seorang missionaris. Dengan demikian sangat wajar kalau ummat Islam menaruh kecurigaan terhadap mereka bahwa pembagian rumah tersebut hanyalah taktik untuk menjebak seorang muslim agar meninggalkan agamanya setelah menerima rumah. Atau bisa jadi ditentukan syarat harus keluar dulu dari agama Islam untuk bisa mendapatkan rumah gratis. Untuk mengantisipasi program pemurtadan ini sudah seharusnya ummat Islam merapatkan barisan, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, dan terus menerus melakukan konsolidasi dan pembentengan ummat agar aqidah mereka terpelihara. Pemerintah juga diharapkan memainkan peranannya sebagai pengayom rakyat. Rakyat berhak mendapat perlindungan manakala keyakinannya terancam. Apabila mereka tidak mendapat perlindungan pemerintah, maka dikhawatirkan mereka akan melakukan perlawanan dengan cara mereka sendiri yang pada akhirnya menimbulkan konflik antar ummat beragama. Semoga hal ini mendapat perhatian bersama.(sal/voa-islam.com)
1.Jonathan James
James adalah orang Amerika, saat baru umur 16 taun dia dikirim ke penjara karena kelakuannya di dunia maya. Situs departemen pertahanan Amerika dibobol olehnya dan dia cuma bilang itu tantangan bagi dia dan merupakan suatu kesenangan tersendiri. NASA juga terkena dampak keisengan dia, James mencuri software NASA yang diperkirakan seharga $1.7 juta dollar AS. Sehingga NASA dipaksa untuk mematikan server dan sistemnya. Karena kelakuannya, dia juga tidak boleh menyentuh komputer selama 10 tahun. Tapi sekarang dia sudah di jalan yang benar dan bikin sebuah perusahaan keamanan di bidang komputer. 2.Adrian Lamo Dia membobol New York Times untuk mendapatkan info personal dan beberapa security number dan membobol Microsoft. Dia akhirnya didenda $65.000 dollar US. Saat ini dia jadi pembicara di beberapa acara seminar. 3.Kevin Mitnick Inilah legenda hidup yang saat ini benar-benar mantap dalam dunia hack. Inilah kelakuan dia: -Menggunakan Los Angeles bus transfer system buat mendapatkan tumpangan gatis -Mengelabui FBI -Hacking kedalam DEC system (Digital Equipment Corporation) -Mendapatkan administrator positon dalam satu komputer IBM biar menang judi, karena adminnya yang punya laptop IBM tersebut -Hacking Motorola, NEC, Nokia, Sun Microsystems dan Fujitsu Siemens systems Dan masih banyak lagi kelakuan dia yang luar biasa. Seorang white hat hacker pun yang bernama Tsutomu Shimomura pun (ahli juga dia dan merupakan top 5 white hat hacker), dihack komputer systemnya, dan terjadilah perang luar biasa. Dia dilacak dan ditangkap oleh FBI dengan bantuan Tsutomu Shimomura yang melacak (tracking) lewat jaringan HP’ yang dibawa ama Mitnick saat itu. Tapi sekarang dia sudah tobat dan menjadi seorang penulis buku, konsultan security, dan pembicara. 4.Kevin Poulsen Juga dikenal dengan Dark Dante. Dia menghack database FBI. Selain itu dia juga menghack seluruh lines phone station karena Memang kemahiran dia menghack lewat phone lines. Saat ini dia jadi senior editor di Wired News, dan berhasil menangkap 744 penawaran sex melalui profiles Myspace. 5.Robert Tappan Moris Dia berasal dari Hannover Jerman yang menamakan komputernya FUCKUP (First Universal Cybernetic-Kinetic Ultra-Micro Programmer). Dia melakukan beberapa keberhasilan dalam menghack pada kurun waktu 1985-1988. Dia juga seorang cocaine addict. Dia berhasil membobol beberapa sistem militer AS dan menghack sebuah pusat tenaga nuklir AS pada jaman perang dingin dan hasil hack’annya dijual ke KGB (Agen Rahasia Uni Soviet). Dia ditemukan tewas pada tahun 1988, menurut info dia membakar tubuhnya sendiri, namun siapa tahu ini merupakan konspirasi tingkat tinggi antara US dan Soviet pada perang dingin. [muslimdaily.net / ksk.us]
Sebentar lagi akan berlangsung Muktamar Muhammadiyah di Yorgyakarta, dan bersamaan dengan peringatan satu abad (100 tahun) berdirinya persyarikatan itu. Dipilihnya kota Yogyakarta sebagai tempat muktamar dan sekaligus peringatan, mengingatkan mula berdirinya organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, di tahun 1912. KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri gerakan persyarikatan Muhammadiyah, di awal abad ke 19 itu, sebelumnya diilhami oleh gerakan pembaharuan yang berlangsung di Timur Tengah, seperti yang dilakukan Muhammad Abduh dan muridnya Rashid Ridho, yang melakukan pembaharuan. Di mana waktu itu, Abduh dan Rashid Ridho, melakukan pembaharuan, yang dalam pengertian mengambalikan pemurnian Islam, kembali ke ajaran tauhid yang sebenarnya. Islam telah dikikis oleh berbagai paham syirik, khurafat, bid’ah, tahayul, dan menyebabkan kaum muslimin menjadi terbelakang, dan bodoh, jumud, serta taklid. Dengan kondisi seperti itu, para penjajah dan kaum kafir dengan sangat mudahnya menguasai negeri-negeri muslim, dan menjajahnya selama berabad-abad. Inilah yang dialami oleh seluruh negeri muslim diberbagai belahan dunia. Maka, gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh Muhammad Abduh dan Rashid Ridho itu, tak lain ingin mengembalikan kaum muslimin kepada hakikat Islam. Sebagai seorang ulama yang pernah mengeyam pendidikan di Timur Tengah, dan berinteraksi dengan gerakan-gerakan Islam, seperti yang dilakukan oleh Abduh dan Rashid Ridho itu, maka KH.Ahmad Dahlan, terinspirasi mendirikan persyarikatan, yang kemudian diberi nama Muhammadiyah, yang artinya sebagai pengikut Muhammad Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam itu, membawa missi pembaharuan bagi kaum muslimin di Indonesia. Yaitu mengembalikan kaum muslimin kepada aqidah tauhid, yang tidak lagi dicampuri oleh tahayul, bid’ah, dan khurafat. Missi dari persyarikatan Muhammadiyah yang dibawa oleh KH.Ahmad Dahlan, tak lain untuk memberantas penyakit umat, yang bernama ‘TBC’ (tahayul, bid’ah, dan khurafat). Inilah missi yang dijalankan oleh KH.Ahmad Dahlan, yang sudah menerima ajaran dari Abduh dan Rashid Ridho, dan ingin memurnikan kembali ajaran Islam. Jauh dari dari bentuk-bentuk penyimpangan dan penyelewengan aqidah. Sekarang persyarikatan Muhammadiyah menjadi sebuah organisasi sosial keagamaan, yang terbesar di Indonesia, dan memiliki aset yang luar biasa. Dari Sabang sampai Merauke. Tak kurang Muhammadiyah memiliki 12.000 sekolah, mulai dari sekolah dasar, menengah, sampai lanjutan. Termasuk memiliki 167 perguruan tinggi. Muhammadiyah juga memiliki 345 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia,ratusan panti asuhan, dan ratusan balai pengobatan. Persyarikatan Muhammadiyah juga memiliki bank perkreditan untuk masyarakat kecil yang membutuhkan pendampingan. Dan, hakekatnya, persyarikatan Muhammadiyah juga dapat menjadi tempat persemaian kader-kader, yang nantinya akan melanjutkan missi yang dibawa oleh KH.Ahmad Dahlan. Apalagi, Muhammadiyah telah memiliki sarana pendidikan yang jumlahnya ribuan, dan berkembang diseluruh Indonesia, dan ini menjadi tempat yang paling baik bagi tumbuh kader-kader Islam,bila dikelola dengan tujuan yang benar, yaitu dalam rangka untuk menegakkan ‘li’I kalimatillah’ (meninggikan kalimat Allah). Menurut Ketua Umum PP.Muhammadiyah, Prof.Dr.Din Syamsuddin, menyatakan, perjuangan Muhammadiyah masih harus dilanjutkan. Muhammadiyah akan menggunakan perjalanan 100 tahun kedua untuk mengembangkan pembaharuan (tajdid) fase kedua. “Jika 100 tahun pertama digunakan untuk aktualisasi peran, 100 tahun kedua akan digunakan untuk meneguhkan jati diri sebagai gerakan pembaharuan dan pemurnian aqidah”, ucap Din Syamsuddin. Sementara itu, di tengah-tengah masyarakat, semakin banyak umat Islam, yang jauh dari ajaran Islam, dan mereka terjebak dengan bebagai bentuk penyakit ‘TBC’ (tahayul, bid’ad, dan khurafat), yang sekarang ini terus menggerogoti aqidah, iman, dan akhlak, serta muamalah kaum muslimin. Apalagi, di era kebebasan sekarang ini, berbagai penyimpangan agama, justru mendapatkan ekspose melalui media, sehingga semakin menyuburkan inhirofat (penyimpangan) yang ada dalam agama. Mampukah persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan, bertahan menghadapi gempuran zaman, yang semakin sekuler, jauh dari agama, dan maraknnya penyakit ‘TBC’ di tengah-tengah umat ini? +++ Kami mengharapkan pendapat, pandangan, sikap dan pemikiran dari pengunjung, dan kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya. Dengan ini rubrik dialog sebelulmnya, kami tutup.
Sungguh mengherankan sikap umat Islam yang loyal terhadap partai-partai sekuler yang memisahkan agama dari negara. Mereka pun tidak berkeinginan menerapkan syari‘at Islam. Judul Buku: Dakwah Politik antara Pragmatisme dan Profesionalisme Penulis: Khalid Ahmad Asy-Syantut *** Aktivitas politik Islam bertunjuan untuk menerapkan syari‘at Islam dalam kehidupan umat Islam dan merealisasikan Islam sebagai agama dan negara dalam kehidupan mereka. Ini adalah masalah penting sekali yang terkait dengan akidah itu sendiri. Betapa mengherankan sikap banyak umat Islam yang lupa akan masalah ini, bahkan kita mendapat banyak dari mereka yang loyal terhadap partai-partai sekuler yang memisahkan agama dari negara, tidak menerapkan syari‘at Islam. Seolah-olah masalah penrapan syari‘at ini tidak ada hubungannya dengan keyakinan seorang muslim. Lalu, apa kata ulama? Dr. Shalah ash-Shawi dalam bukunya Qadhiyyah Tathbiq asy-Syari‘ah fil-‘Alam al-Islami (23) mengatakan, “Prinsip-prinsip Islam adalah ridha kepada Allah sebagai Tuhan pencipta, Islam sebagai agama, Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Prinsi-prinsip tersebut menuntut kita untuk menjadikan hakimiyyah (hak menetapkan hukum) tertinggi dan supremasi absolut di tangan Allah, dan untuk menjadikan kalimat-kalimat Allah semata sebagai hukum tertinggi dan argumen yang telak. Sebagaimana prinsip-prinsip tersebut menuntut pengakuan hal yang dipastikan sebagai bagian dari agama dengan sikap membenarkan dan patuh. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara ibadah dan muamalah. Membatasi agama pada dimensi akidah dan ibadah saja merupakan salah satu bentuk kemurtadan dan penyimpangan agama. Sebagaimana prinsip-prinsip tersebut menuntut pengakuan terhadap berita yang shahih dari Nabi SAW dengan sikap membenarkan dan patuh, dan bahwa barangsiapa yang menolak sebagian dari apa yang dibawa Rasulullah SAW (baik penolakannya itu karena ragu atau karena enggan menerima) maka ia seperti orang yang tidak rela terhadap kenabiannya. Karena hakikat rela terhadap kenabiannya adalah membenarkan berita beliau seluruhnya meskipun ia tidak mengetahui hakikatnya, komit terhadap petunjuknya meskipun ia tidak mengetahui hakikatnya. Barangsiapa yang dalam hatinya tidak ada pembenaran dan kepatuhan yang demokrasi itu, maka ia terbilang kafir dan keluar dari Islam. Segenap orang yang beriman kepada Allah sebagai Tuhan Pencipta, Islam sebagai agama yang benar dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul! Pengakuan iman Anda tidak akan sah sebelum Anda menolong Rasulullah SAW, membelanya dan menghargainya. Caranya adalah dengan patuh kepada beliau secara sempurna dan tunduk kepadanya secara mutlak, menerima petunjuk dari kalimat-kalimat beliau huruf demi huruf dan tidak menentang keputusan beliau sama sekali. Pengakuan iman akal tidak akan sah sebelum Anda mengetahui bahwa supremasi tertinggi ada pada syari‘at, bukan yang lain; bahwa hak menetapkan aturan yang mutlak itu tidak diberikan Allah kepada seorang pun selain beliau SAW; dan bahwa apa yang diajarkan sekularisme, yaitu menjadikan kehendak rakyat sebagai penentu menggantikan Kitab dan Sunnah, merupakan salah satu bentuk kemurtadan, melepas tali agama dan merebut salah satu karakteristik terpenting dan sifat yang paling komprehensif milik Allah. Pengakuan iman Anda tidak akan sah sebelum Anda mengetahui bahwa Anda tunduk dengan kekuasaan-Nya, dan bahwa Kitab dan Sunnah merupakan argumen yang telak dan hukum tertinggi, dan bahwa keduanya berada di atas undang-undang dan konstitusi, serta berbagai aturan dan sistem yang dibuat manusia. Tidakkah aneh jika al-Qur’an itu mengalahkan seluruh kitab suci, padahal seluruhnya diturunkan dari sisi Allah, sementara itu al-Qur’an dalam agama Anda tidak hegemoni terhadap konstitusi dan undang-undang yang Anda inginkan, padahal konstitusi dan undang-undang itu buatan tangan Anda, dimana Anda bisa mengubahnya dan menggantinya sesuka hati? Apakah Anda ingin mendahulu Allah dan Rasul-Nya dengan aturan-aturan buatan Perancis dan Inggris, padahal mereka telah memperlakukan Anda, bangsa dan agama Anda sedemikian buruk, baik yang Anda tahu atau yang tidak Anda tahu. Kebenaran telah terkuat! Pengakuan sebagai seorang muslim tidak bisa berdampingan dengan sikap menolak syari‘at Islam, baik karena mendustakan atau enggan dalam kondisi apapun. Anda harus menentukan pilihan antara menjadi pembela Islam di parlemen dan selainnya, tidak mengingkari hukum Allah dan tidak menolak perintah-Nya, tidak berusaha untuk melemahkan ayat-ayatnya dan tidak berusaha menghalang-halangi penerapan syari‘at Allah, sehingga Anda menjadi muslim dan hamba Allah yang baik; atau Anda terbawa hawa nafsu untuk menjauhi agama dan loyal terhadap musuh-musuh syari‘at, berusaha melemahkan ayat-ayat Allah, tidak menerapkan syari‘at-Nya dan menolak hukum-hukum-Nya, sehingga kalian tidak punya hubungan apapun dengan Allah dan Islam, meskipun kalian shalat, puasa dan mengaku sebagai seorang muslim.” (ash-Shawi) Ijma‘ tentang Kufurnya Orang yang Enggan Berhukum Kitab dan Sunnah 1. Al-Hafizh Ibnu Katsir. Saat menafsirkan firman Allah, “Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (al-Ma’idah [5]: 50), Ibnu Katsir berkomentar, “Allah menghujat orang yang keluar dari hukum Allah dan beralih kepada pendapat, ego dan istilah yang dibuat manusia, sebagaimana kesesatan dan kebodohan yang dijadikan bangsa jahiliyah dalam menetapkan hukum, sebagaimana politik kerajaan bangsa Tartar yang diambil dari raja mereka, Jengis Khan yang membuat Yasiq, yaitu undang-undang yang dikumpulkan dari berbagai sumber hukum dan pandangannya sendiri, lalu ia menjadi aturan yang diikuti bagi bangsa Tartar. Barangsiapa yang mengikuti hukum tersebut, maka ia kafir dan wajib diperangi sampai ia kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Dalam kitab al-Bidayah wan-Nihayah (13/119), Ibnu Katsir juga mengatakan, “Barangsiapa meninggalkan syari‘at yang muhkam (tegas dan tidak mengandung takwil) yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah Penutup para Nabi SAW, lalu mengikuti hukum syari‘at yang telah dihapus, maka ia telah kufur. Lalu, bagaimana dengan orang yang mengikuti hukum Yasiq dan lebih mengutakannya daripada hukum Allah? Barangsiapa yang berbuat demokrasi, maka ia telah kufur berdasarkan ijma’ umat Islam.” 2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah dalam kitab al-Fatawa (3/267) mengatakan, “Ketika seseorang menghalalkan sesuatu yang disepakati haram, atau mengharamkan sesuatu yang disepakati halal, mengganti syari‘at yang telah disepakati, maka ia kafir dan murtad menurut kesepakatan para ulama fikih.” 3. Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Mantan Mufti Saudi. Dalam risalah Tahkim al-Qawanin Syaikh Muhammad berkata, “Di antara bentuk kufur yang paling besar adalah menempatkan undang-undang yang terlaknat menggantikan apa yang diturunkan malaikat Jibril pada hari Muhammad SAW untuk dijadikan hukum yang berlaku di antara manusia. Hal itu sesuai firman Allah, “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (an-Nisa’ [4]: 59) 4. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz. Ia berkata, “Seruan nasionalisme Arab dan persatuan di bawah panjinya mengakibatkan masyarakat menolak hukum al-Qur’an, karena orang-orang nasionalis non-muslim tidak akan rela mengikuti hukum al-Qur’an, sehingga hal itu mengharuskan para pemimpin nasionalisme untuk mengambil hukum positif yang bertentangan dengan hukum al-Qur’an, agar semua masyarakat memiliku kedudukan yang sama di hadapan hukum-hukum tersebut. Banyak dari mereka yang meneriakkan hal ini sebagaimana telah dijelaskan. Ini merupakan kerusakan besar, kekafiran yang nyata dan kemurtadan yang jelas, sebagaimana firman Allah, “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (al-Maidah [5]: 44) Setiap orang yang tidak memutuskan menurut syari‘at Allah dan tidak tunduk terhadap hukum Allah, maka dia orang yang jahil, kafir, zhalim lagi fasiq berdasarkan nash ayat-ayat yang muhkam ini.” Abdul ‘Aziz bin Baz juga mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang yang menyerukan sosialisme atau sosialisme atau paham-paham destruktif lain yang kontradiksi dengan hukum Islam itu kafir dan sesat, lebih kafir daripada Yahudi dan Nasrani. Mereka itu adalah orang-orang atheis yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Tidak satu pun di antara mereka yang boleh menjadi khathib atau imam di suatu masjid milik umat Islam, dan tidak sah shalat di belakang mereka. Setiap orang yang membantu kesesatan mereka, menganggap baik apa yang mereka dakwakan, serta mencaci dan mencemooh pada dai yang menyerukan Islam itu juga kafir lagi sesat. Kedudukannya sama seperti kedudukan kelompok yang sesat dimana ia berjalan dalam paradenya dan membantu mereka. Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang membantu orang-orang kafir untuk memusuhi umat Islam dengan cara apapun, maka ia kufur sepeti mereka.” 5. Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi. Dalam kitab al-Islam wal-‘Ilmaniyyah (73) mengatakan, “Seorang sekuler yang menolak penerapan syari‘at dari awal itu tidak memiliki hubungan apapun dengan Islam kecuali nama saja. Ia telah murtad dari Islam secara pasti, dan wajib diminta untuk bertaubat, dijauhkan dari syubhat dan diajukan argumen kepadanya. Kalau di atidak bertaubat, maka mahkamah memutuskannya murtad dan melepas statusnya sebagai muslim, dipisahkan dari istri dan anak-anaknya, dan berlaku padanya hukum orang-orang murtad, baik semasa hidup atau sesudah mati.” Sebagian sarjana, atau orang yang telah menjual agama mereka dengan duniawi, mengklaim bahwa memutuskan perkara tidak berdasarkan wahyu Allah asalkan tidak menghalalkan sesuatu yang haram itu termasuk dosa dan maksiat yang tidak mengeluarkannya dari Islam. Jawaban atas pernyataan ini akan kami ambil dari buku Dr. Abdurrahman bin Shalih al-Mahmud, guru besar fakultas Ushuluddin, Riyadh, yang berjudul al-Hukmu bi Ghairi ma Anzalallah. Ia menulis, “Para ulama menyepakati kekafiran orang yang memutuskan perkara tidak dengan apa yang diturunkan Allah meskipun ia tidak menghalalkannya, sebagaimana yang dikemukakan banyak ulama. Di antara mereka adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Katsir, Ibnu Qayyim. Umat Islam tidak mengenal adanya perubahan atas syari‘at dan keputusan berdasarkan hukum positif sebelum kedatangan Tartar dengan membawa hukum mereka yang bernam Yasiq. Kemudian datanglah era modern ketika bangsa Nasrani dan selainnya menyerang umat Islam. Di antara peninggalkan mereka yang paling besar adalah hukum positif ini. 6. Ibnul Qayyim. Disebutkan dalam al-Qur’an dan ijma’ yang shahih bahwa agama Islam menghapus setiap agama sebelumnya, dan bahwa barangsiapa yang mengikuti ajaran Taurat dan Injil dan tidak mengikuti al-Qur’an maka hukumnya kafir.” (Ahkam Ahlidz-Dzimmah, 1/259) Jika demikian, maka apalagi dengan mengikuti hukum positif. 7. Ibnu Katsir. “Barangsiapa meninggalkan syari‘at yang muhkam yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah Penutup para Nabi, lalu ia bermahkamah kepada syari‘at lain yang telah dihapus, maka ia telah kufur. Lalu, bagaimana dengan orang yang mengikuti hukum Yasa dan lebih mengedepankannya daripada al-Qur’an?” (al-Bidayah wan-Nihayah, 13-119) Inilah kesepakatan yang dituturkan ulama mengenai kufurnya orang yang mengikuti hukum selain syari‘at Islam. Undang-undang kontemporer itu bukan syari‘at yang dihapus al-Qur’an, melainkan lebih menyerupai Yasiq milik bangsa Tartar yang terhimpun dari syari‘at-syari‘at yang ada dalam agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Muhammad bin Hamid al-Hasani dalam bukunya ath-Thariq ilal-Khilafah (56) menjelaskan syarat-syarat untuk tidak menghukumi kafir orang yang memutuskan perkara tidak menurut wahyu Allah. Ia mengatakan, 1. Ia komit dan menerima secara lahir dan batin setiap hal yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. 2. Ia mengakui bahwa dengan tidak memutuskan perkara sesuai dengan wahyu Allah dalam perkara-perkara yang diajukan kepadanya itu berarti ia berdosa, dan bahwa keputusannya tersebut keliru, dan keputusan Allah saja-lah yang benar. Apabila ia berkata dengan bahasa verbal atau bahasa kondisi bahwa keputusannya lebih baik daripada keputusan Allah dan Rasul-Nya, atau bahwa keputusannya sama dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya, bahwa keputusan Allah dan Rasul-Nya itu lebih sesuai untuk masa lalu, bahwa apa yang diputuskannya itu lebih tepat dan lebih baik untuk masa kini, bahwa hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih tepat dan lebih sesuai untuk setiap tempat dan waktu tetapi ia boleh memutuskan dengan apa yang dilihatkannya sesuai meskipun bertentangan dengan hukum Allah, seandainya ia mengatakan ini semua atau sebagiannya, maka ia telah menjadi kafir murtad. 3. Keputusan yang tidak menurut wahyu Allah itu berkaitan dengan kasus-kasus khusus dan tertentu, bukan dalam perkara-perkara universal dan umum. Seperti seorang pencuri dihadapkan kepada hakim yang merupakan kerabat pencuri. Sebenarnya hakim tersebut mengakui bahwa hukuman pencuri adalah potong tangan, tetapi ia membela kerabatnya dan menjatuhinya hukuman selain potong tangan. Lalu hakim tersebut ketika dihadapkan kasus pencurian lain dimana pelakunya bukan kerabatnya, maka ia akan menjatuhkan hukuman potong tangan. Hakim dengan perbuatannya seperti ini disebut kafir di bawah kafir, dengan syarat ia mengakui kekeliruan dan dosanya. Maksudnya, ia melakukan perbuatan kufur amali—bukan i‘tiqadi—yang tidak mengeluarkannya dari agama.
Al Quran mengajarkan kita untuk melaksanakan toleransi, perdamaian sosial, perlakuan yang manusiawi, dan kasih sayang sesama manusia, menahan amarah dan memaafkan semua orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِين (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran 3:134) Toleransi dimulai dengan toleransi dengan diri sendiri, dengan menahan diri dari menyimpan dendam dan kebencian dan permusuhan. Sebaliknya kita harus mengajar diri sendiri rahmat, persahabatan, dan perdamaian. Kita harus mengampuni orang tua kita, kerabat, dan semua kerabat kita, memelihara hubungan darah, karena memang Allah swt telah memerintahkan kita untuk melakukan itu semua. Kita harus bermurah hati dengan kerabat kita, merawat mereka, memaafkan kesalahan mereka, dan menoleransi kerugian yang mereka lakukan kepada kita. Kita harus toleran dan memaafkan anggota-anggota masyarakat kita sehingga jika mereka berbuat salah, kita akan membetulkan mereka dengan kelembutan dan nasihat ringan, mengingat bahwa kita mungkin sama seperti yang mereka lakukan. Kita harus mengirimkan pesan tentang toleransi dan perdamaian ke dunia. Kita harus menunjukkan kepedulian kepada bangsa-bangsa lain `keselamatan dan kesejahteraan sehingga mereka dapat diyakinkan bahwa kita tidak akan menyakiti mereka. Mereka dan kita hidup di planet yang sama. Kita memiliki kepentingan bersama dan keuntungan. Sebagai manusia, kita semua memiliki tanggung jawab terhadap satu sama lain. Di sinilah kita menunjukkan wajah Islam yang indah tanpa kekerasan, penghinaan, dan penindasan. Ia memerintahkan kita untuk menggunakan wacana dan perlakuan yang lembut. Allah swt melarang kita untuk menggunakan terorisme intelektual dan mencoba untuk mengendalikan pikiran orang secara paksa. Kita perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kita peduli tentang kesuksesan, kebahagiaan, dan kehidupan masyarakat. Nabi Muhammad saw diutus untuk membawa kebahagiaan, bukan kesengsaraan kepada rakyat, untuk memimpin mereka kepada keselamatan, bukan kebinasaan, menjaga keamanan dan kehidupan mereka, dan tidak membunuh mereka, kecuali di jalan kebenaran. Rasulullah mengatakan demikian dalam indah dan terinspirasi khotbah pada suatu waktu: "Kalian dilarang untuk membunuh satu sama lain, mengambil harta, dan kehormatan. Larangan ini suci seperti hari ini, di bulan ini, di tanah yang suci ini." Mengapa orang-orang di dunia selalu melihat orang Islam sebagai pelaku kekerasan? Kita selalu bekerja untuk melakukan kerja kemanusiaan, tapi mengapa sebagian dari kita selalu dianggap sebagai ancaman? Selama ini, karena kita tidak benar-benar setia kepada agama kita, kita lemah dan tidak siap. Kita terus dicerai-beraikan, cengeng, dan primitif ketika datang ke dunia materi yang mereka sebut peradaban. Orang-orang asing marah dan lelah dengan dunia dan diri mereka sendiri. Mereka marah dengan segala sesuatu, dengan orang-orang dan bahkan dengan air yang mereka minum dan udara yang mereka hirup. Mereka seperti ini karena mereka memiliki sedikit pengetahuan dan tidak mampu untuk hidup dalam persahabatan dan perdamaian dengan masyarakat mereka. Mereka tidak mampu berinteraksi dengan orang dan menunjukkan atau menerima kasih sayang.
Di saat menguasai kota Ma’arrat al-Nu’man, pasukan Salib yang liar mengeluarkan isi perut orang-orang Islam, mengiris tubuhnya dan memanggang Oleh: Alwi Alatas* Hidayatullah.com--Setiap kali membaca atau mempelajari sejarah, biasanya kita berpikir tentang orang-orang yang hebat, para pemimpin, atau very important person yang menggerakkannya. Secara umum sejarah memang hampir selalu diwakili oleh sosok-sosok semacam ini. Namun, ada kalanya perubahan sejarah justru dipelopori oleh orang biasa-biasa saja, malah oleh mereka yang terlibat kejahatan. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah dunia justru dimulai oleh orang-orang yang tidak disiplin dan cenderung liar, bahkan juga oleh para tahanan. Berikut ini kami paparkan tiga contoh penting dalam sejarah masyarakat Eropa. 1. Perang Salib I Pada bulan November 1095 di Clermont, Perancis, Paus Urbanus II mengumumkan Perang Salib untuk membantu orang-orang Kristen Timur dari ancaman Turki Saljuk dan untuk membebaskan Yerusalem dari penguasaan kaum Muslimin. Seruan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Perancis dan Eropa lainnya. Para bangsawan dan masyarakat kecil berbondong-bondong menyatakan sumpah untuk berangkat ke Syria. Semangat menyambut seruan perang suci ( holy war) dan membebaskan diri dari dosa memang merupakan motif penting yang mendorong orang-orang pergi keluar dari kampung halamannya menuju negeri yang sangat jauh untuk berperang dengan orang-orang Islam. Namun demikian, sambutan terhadap Perang Salib barangkali tidak akan sebesar itu sekiranya diumumkan pada waktu yang berbeda. Beberapa buku menyebutkan bahwa kondisi Prancis dan bagian Eropa Barat lainnya ketika itu tidak terlalu bagus. G.G. Coulton dalam bukunya Crusades, Commerce and Adventure menyebutkan bahwa masyarakat Perancis pada masa itu sedang dalam masalah serius. Mereka terlibat dalam konflik yang parah, ‘perampokan kerap terjadi, dan jalan-jalan dipenuhi pencuri.’ Konflik dan pembakaran jadi pemandangan umum. Orang-orang akan merampas hak pihak lain setiap kali mereka memiliki kesempatan. Dilihat dari sisi ini, Paus sebenarnya telah berperan dalam mengalihkan ’energi yang berlebihan’ masyarakat Eropa kepada orang-orang Turki dan Arab di Syria (Suriah) sana. Antony Bridge dalam The Crusades menjelaskan bahwa keberhasilan dalam menggalang massa di Perang Salib I sebagian disebabkan oleh keadaan yang sulit. ’Wabah menyerang Eropa sejak 1083, banjir demi banjir menyapu Perancis dan Jerman pada tahun 1094, menghancurkan panen, dan pada tahun berikutnya terjadi kekeringan; dampaknya adalah kelaparan yang luar biasa.’ Orang-orang Eropa bisa menjadi sangat buas di masa kelaparan, sampai ke tingkat yang memungkinkan beberapa dari mereka melakukan kanibalisme, membunuh dan memakan daging manusia lain. Kota-kota dipenuhi para pengemis yang tidak punya penghasilan dan tak ada tempat tinggal. Di samping semua itu, Bridge juga mengemukan fenomena perampokan dan perampasan yang umum terjadi sebagaimana dijelaskan Coulton di atas. Orang-orang inilah yang menjadi rombongan pertama Perang Salib, dipimpin oleh Peter the Hermit. Jumlah mereka mencapai tiga ratus ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak, terdiri dari orang-orang Perancis dan Jerman. Saat berangkat melewati kota-kota besar Jerman, tabiat buruk para peziarah ini muncul dan korban pertama pun berjatuhan: orang-orang Yahudi. Para peziarah ini miskin dan kesusahan, sementara orang-orang Yahudi Jerman – yang nenek moyangnya dipandang sebagai pihak yang menyalib Yesus – kaya raya. Tanpa bisa dihalangi oleh pemimpin Katholik sendiri, orang-orang Yahudi ditangkap, dibunuh, dan dirampas hartanya oleh para peziarah. Persoalannya tidak berhenti sampai di situ. Saat melalui Hunggaria, mereka dilayani dengan baik oleh penduduk setempat yang juga beragama Kristen (walaupun beraliran Ortodoks). Namun kekacauan kembali terjadi. Para peziarah ini mulai menyerang penduduk setempat, menjarah dan membakar pasar mereka. Peter the Hermit dan beberapa pemimpin Katholik yang membawa para peziarah ini tidak bisa menahan kerumunan yang terlalu besar dan tak disiplin ini. Penduduk yang diserang tentu saja lari dan tak mampu menghadapi orang-orang yang menyerang mereka. Namun, mereka segera berhimpun dengan warga di kota lain dan melakukan perlawanan sengit saat para peziarah lewat di kota tersebut. Kini para peziarah mulai merasakan akibat perbuatan mereka. Sebagian dari mereka lari pulang ke negeri mereka. Beberapa konflik masih terjadi di beberapa tempat yang mereka lalui, hingga pada saat mereka melewati pegunungan Thrace dan mendapat pengawalan dari pasukan Byzantium jumlah mereka sudah kurang dari separuhnya. Kaisar Byzantium kemudian menempatkan mereka di luar kota Konstantinopel. Mereka disarankan untuk menetap dulu sampai pasukan yang lebih lengkap datang dan mereka bisa pergi bersama-sama menghadapi orang-orang Turki. Tapi orang-orang ini kembali membuat ulah. Mereka mulai mencuri di pasar dan rumah penduduk serta mengambil beberapa bagian bangunan gereja untuk dijual. Keadaan ini membuat kaisar mendorong mereka untuk segera menyeberangi Selat Bosporus dan pergi memasuki wilayah Muslim. Angkatan pertama Perang Salib ini akhirnya menerima nasib yang buruk di tangan pasukan Turki. Mereka dihancurkan dan yang tersisa lari dalam keadaan tercerai berai; misi mereka gagal total. Pasukan salib berikutnya yang lebih disiplin baru berangkat beberapa bulan kemudian, dan mereka berhasil menguasai Yerusalem dan beberapa kota di sekitarnya. Sikap para tentara salib yang pergi belakangan ini lebih baik terhadap saudara-saudara Kristen mereka di Eropa Timur, tapi saat menghadapi kaum Muslimin, mereka tidak lebih manusiawi dari rekan-rekan mereka yang berangkat pertama kali. Mereka membunuhi Muslim dalam jumlah sangat banyak di kota-kota yang mereka kuasai. Dan saat menguasai kota Ma’arrat al-Nu’man dan terserang kelaparan, mereka mengeluarkan isi perut orang-orang Islam, mengiris daging-daging mereka, kemudian memanggang dan memakannya. Demikianlah Perang Salib telah dimulai dengan gerombolan orang-orang Eropa Barat yang sangat buruk perangainya, bahkan terhadap rekan-rekan seagama mereka sendiri. Kini kita akan melihat contoh yang kedua. 2. Penemuan Benua Amerika Pada tahun 1492, kira-kira setengah tahun sejak dikuasainya Granada oleh Kerajaan Aragon dan Castile, seorang pria kelahiran Genoa, Italia, berhasil mewujudkan rencananya melakukan ekspedisi laut ke India melalui jalur Barat. Ya, pria itu adalah Christoper Colombus. Ia tidak berhasil mencapai India dalam ekspedisinya tersebut. Namun, apa yang berhasil ditemukannya jauh lebih penting bagi Eropa. Colombus telah ‘menemukan’ sebuah dunia baru ( a new world); ia menemukan benua Amerika. Sejak saat itu, orang-orang Eropa mengumumkan Colombus sebagai orang pertama yang menemukan benua Amerika, walaupun belakangan hal ini mulai dibantah. Laksamana Cheng Ho disebut-sebut telah tiba di benua tersebut lebih dari setengah abad sebelum ekspedisi Colombus. Mari kita lupakan dulu soal siapa yang lebih dulu tiba di benua Amerika. Dalam upaya mewujudkan impiannya, Colombus menghadapi banyak kendala. Banyak orang Eropa masih percaya bahwa bumi itu datar. Tidak satu pelaut pun yang tertarik untuk berlayar ke Barat mengarungi Atlantik. Tidak ada yang mengetahui apa yang akan mereka dapati di ujung Barat samudera itu. Itu merupakan ide yang gila; ide gila yang sama sekali tidak menimbulkan decak kagum, malah justru mengundang celaan dan tertawaan. Tapi Colombus percaya kalau bumi berbentuk bulat dan karenanya ia bisa mencapai India dengan berlayar ke Barat. Karena gilanya rencana ini, Colombus sulit untuk mendapatkan sponsor untuk membiayai perjalanannya. Dan ketika Colombus berhasil mendapatkan dukungan dan dana, tidak ada orang yang ingin ikut bersamanya. Untuk mendapatkan anak buah kapal, misi ini kemudian ditawarkan kepada para narapidana ( convicts) dengan ganjaran kebebasan bagi mereka yang menyertainya. Demikianlah perjalanan yang sangat bersejarah ini ikut dipelopori oleh orang-orang penjara. Setelah mengarungi samudera dengan tiga kapal yang tidak seberapa besar selama kira-kira lima minggu, Christoper Colombus dan para kru kapalnya, termasuk para napi tadi, berhasil mencapai daratan (Amerika Selatan) dan berinteraksi dengan penduduk asli. Belakangan baru diketahui kalau itu bukan India, melainkan sebuah benua yang sama sekali belum pernah mereka dengar atau ketahui. Para narapidana yang menyertai Colombus telah ikut berperan membentuk sejarah baru dunia. 3. Penemuan Benua AustraliaOrang-orang Eropa tentu saja bukan pihak pertama yang ‘menemukan’ benua Australia. Orang-orang Bugis telah berlayar ke Australia untuk mencari tripang jauh sebelum penjelajah Eropa yang pertama berhasil mencapai benua ini. Yang membedakan mereka hanyalah fakta bahwa orang-orang Bugis tidak pernah mengklaim benua itu sebagai wilayah mereka untuk kemudian menguasainya dan menjadikan penduduk aslinya (aborigin) sebagai warga kelas dua. Pada awalnya, orang-orang Eropa tidak tertarik menjadikan Australia sebagai koloni mereka. Namun, belakangan Inggris merasa terpukul karena koloninya yang paling penting di benua Amerika memerdekakan diri pada tahun 1776 (kemudian menjadi negara Amerika Serikat). Mereka juga dipusingkan oleh sistem penjara mereka yang tak lagi mampu menampung para narapidana. Maka Australia pun mulai dilirik sebagai tanah yang menjanjikan bagi pembentukan koloni baru. Inggris kemudian memutuskan untuk mengirim para narapidana yang sudah tak bisa ditampung penjara-penjara Inggris ke Australia untuk menjadi generasi awal yang membangun koloni di sana.  Pembentukan koloni baru ini bermula pada bulan Januari 1788, dan para narapidana Inggris dikirm ke tempat ini secara bertahap. Hingga pertengahan abad ke-19 jumlah narapidana yang dikirim ke tempat ini mencapai seratus lima puluh ribu orang. Dua puluh persen dari jumlah ini merupakan kaum perempuan dan sebagian dari kaum hawa ini berprofesi sebagai pelacur. Setelah perekonomian koloni mulai berkembang, para imigran bebas (bukan narapidana) dari berbagai negara mulai berdatangan ke benua itu. Walaupun begitu, para narapidanalah yang telah memulai sejarah Australia modern. Orang-orang inilah, serta anak-anak mereka, yang menjadi generasi awal yang membentuk masyarakat dan negara Australia yang kita kenal sekarang. Ketiga peristiwa di atas merupakan bagian yang sangat penting dari perjalanan sejarah dunia, khususnya sejarah Barat modern. Yang pertama (Perang Salib), walaupun sudah berlalu tujuh abad, masih terus mempengaruhi kehidupan kita hingga ke hari ini. Ia menjadi simbol utama konflik antara Barat dan Islam. Yang kedua dan ketiga membuka jalan bagi terbentuknya peradaban baru di dua benua yang sangat besar: Amerika dan Australia. Perjalanan sejarah ketiganya ternyata dimulai oleh orang-orang liar, para narapidana, atau dengan kata lain oleh warga masyarakat yang tidak terhormat. Sejarah terkadang memang aneh dan agak memalukan ..., tapi itulah sejarah. [ Kuala Lumpur, 30 November 2009/www.hidayatullah.com] Penulis sedang mengambil program doktoral bidang sejarah di di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia
Melalui Kapten Raymond Westerling di Bandung tahun 1950, pemerintah Belanda pernah berniat menggulingkan Presiden Soekarno Hidayatullah.com--Almarhum Pangeran Bernhard, suami Ratu Belanda Juliana, pernah dikabarkan terlibat penyelundupan senjata dan membantu rencana kudeta yang diprakarsai Kapten Raymond Westerling di Bandung tahun 1950. Andaikata kudeta ini berjalan lancar, mungkin Bernhard sudah jadi Raja Muda di Hindia Belanda. Analisa sejarah terbaru ini disampaikan sejarawan Belanda, Harry Veenendaal dan wartawan Jort Kelder berdasarkan penyelidikan selama delapan tahun terhadap sejumlah laporan Marsose dan kesaksian sekretaris pribadi istana, Gerrie van Maasdijk yang menghasilkan buku berjudul ZKH ( Zijne Koninkelijke Hoogheid/Paduka Yang Mulia Pangeran), yang diluncurkan di Hotel des Indes, Senin (30/11) lalu. “Westerling tahu, Pangeran Bernhard pun tahu benar, bahwa di Belanda, sebagian besar masyarakat tidak ingin Kerajaan Belanda kehilangan jajahan terbesarnya di Asia,” ujar Harry Veenendaal, sebagaimana dikutip dari Radio Nedherands. Sebagaimana diketahui, di Indonesia tahun 1940-an itu, Raymond Westerling, yang tak lain merupakan kapten pasukan elit Belanda, memang seorang tokoh legendaris. Di Belanda sendiri, di berbagai sekolah dasar dan sekolah menengah, para murid setiap pagi menyanyikan lagu-lagu yang sarat pujian bagi komandan Korps Speciale Troepen (KST) ini. Westerling tahu, Pangeran Bernhard pun tahu benar, bahwa di Belanda, sebagian besar masyarakat tidak ingin Kerajaan Belanda kehilangan jajahan terbesarnya di Asia itu. “Tapi baru sekarang, 60 tahun kemudian, kita tahu, bahwa keduanya, Westerling dan Pangeran Bernhard, ternyata bekerjasama secara mendalam dan terlibat penyelundupan senjata, antara lain bagi pemberontak Daroel Islam (DI) di Jawa Barat, dan rencana kudeta menjatuhkan Presiden Soekarno pada tahun 1950.” Ada delapan Laporan Marsose (semacam polisi) dan sejumlah buku harian Sekretaris Pribadi Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard, Gerrie van Maasdijk. “Semua itu menunjuk pada hubungan baik dan intensif antara Bernhard dan Westerling,” ujar Harry Veenendaal. Salah satu dokumen menyebutkan, ada "upaya mati-matian Paduka Pangeran untuk, bersama Westerling dan kawan-kawan, membalikkan situasi di Indonesia". Khawatir terlibatDalam buku harian “Gerrie van Maasdijk”, demikian Harry Veenendaal, dengan jelas memerinci hubungan antara Bernhard dan Westerling. Dalam laporan-laporan Marsose, tapi juga dikonfirmasi lagi oleh banyak kesaksian dan korespondensi, ada jenderal yang waktu itu bertugas di Batavia membenarkan semua itu. Bahkan jenderal yang berteman dengan Sultan dari Pontianak (Sultan Hamid, red.) ini khawatir sekali terhadap keterlibatan Pangeran Bernhard. Selain itu, ada tiga staf yang setiap hari mendampingi Bernhard, juga menegaskan adanya hubungan kuat antara Bernhard dan Westerling. Laporan-laporan Marsose itu sebenarnya bukan dalam rangka pro-yustitia, jadi tidak mempunyai kekuatan hukum. Laporan-laporan itu disusun justru dalam rangka memperingatkan bahaya permainan bisnis senjata ilegal dan politik tingkat tinggi dengan Westerling. Saat tahun 1949, Kerajaan Belgia dilanda krisis, dan Rajanya harus turun. Di Belanda, orang pun sadar akan risiko petualangan politik Pangeran Bernhard bagi Dinasti Oranje. Apalagi, saat itu, dilangsungkan persiapan bagi sebuah kejadian politik terpenting, itulah souvereniteitsoverdracht atau penyerahan kedaulatan Belanda kepada Indonesia. Politik bagus Bayangkan saja, demikian sejarawan Veenendaal, semua itu tentu saja jatuh pada PM Willem Drees. Terjadi panik, panik! Akhirnya, Drees berhasil menyelamatkan kerajaan Belanda. Dia memainkan politiknya dengan bagus sekali dan kemudian berhasil mengatasi masalah bersama dengan Sekretaris Jendral Cees Fock. Drees berembug dengan Pangeran Bernhard dan mengkonfrontasi Bernhard dengan laporan-laporan (Marsose) tadi, lalu meminta agar Bernhard "mengendalikan diri" ( "zich inhouden"). Demikian Harry Veenendaal. Andaikata kudeta itu jadi dan berhasil, maka Pangeran Bernhard akan dijadikan Onderkoning (Raja Muda) yang mewakili Ratu Juliana di Hindia-Belanda. Kini, sudah enam dasawarsa, buku ZKH yang menuliskan kisah cemar Pangeran yang mau mendongkel Presiden Soekarno itu, dinilai tak akan membawa dampak politik apapun, bagi hubungan baik antara Belanda dan Indonesia. Namun menurut Harry, bagi publik Belanda, petualangan sang pangeran itu hanya menambah warna kelam pada citra pangeran itu. [ rnw/cha/www.hidayatullah.com]
Sebuah surat kabar daerah Harian Radar Cilacap tanggal 26 Mei 2009 memberitakan bahwa sebuah perusahaan swasta akan membangun 250.000 unit rumah tipe 45 yang kemudian akan dibagikan secara cuma-cuma kepada keluarga pra sejahtera. PT. Bina Mitra Bangun Persada (BMBP) yang dipimpin oleh Pendeta Dr. Agustinus Anasay direncanakan akan membangun 250.000 unit rumah tipe 45. Setiap rumah bernilai Rp. 180.000.000,- sudah termasuk perabot rumah tangga. Untuk tahap pertama ini pembangunan rumah dilakukan di Kabupaten Purbalingga dan Cilacap ber jumlah 10.000 rumah. Pembangunan ini dipercayakan kepada PT. BMBP Cabang Jawa Tengah yang berkantor di Jalan Letnan Yusuf no. 1 Purbalingga dipimpin oleh Pendeta Agustinus Chrystian Bire. Kedua pendeta tersebut menyatakan bahwa pembagian rumah tersebut tidak memandang ras, suku, dan agama. Semata-mata untuk membagi kasih dan kebahagiaan bagi kaum lemah dengan harapan kaum yang lemah tersebut akan tercukupi kebutuhan hidupnya sehingga dapat merasakan kebahagiaan. Perlu diwaspadai Mengapa program pembangunan yang kelihatannya sangat baik itu perlu diwaspadai ? Karena ada hal-hal yang tidak wajar dan patut dipertanyakan pada program ini. Pertama, dari mana perusahaan swasta yang baru berdiri itu memperoleh dana sangat fantastis yakni Rp. 45.000.000.000.000,- (180.000.000 x 250.000). Karena tidak ada perusahaan swasta dalam negeri yang memiliki dana sebesar itu. Boleh jadi dana tersebut merupakan bantuan dari luar negeri. Kalau demikian, apakah pemerintah sudah tahu hal ini. Bukankah ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh setiap organisasi yang menerima bantuan luar negeri. Apakah hal ini sudah diperiksa oleh pemerintah ? Kedua, bahwa lahan/tanah yang akan dibangun rumah menurut aturan haruslah bersertifikat. Lalu atas nama siapakah sertifikat tersebut. Kalau atas nama pemilik modal yang notabene seorang pendeta, maka sang pendeta tersebut memiliki otoritas penuh atas lahan itu. Pemerintah tidak bisa ikut campur tangan langsung mengatur pembagian rumah untuk rakyatnya. Terlebih lagi apabila si pendeta tersebut mengatas-namakan agama dalam pembagian rumahnya, maka pemerintah tidak mungkin bisa berbuat apa-apa. Bisa-bisa dianggap menghalangi kebebasan beragama seseorang. Ketiga, seorang pendeta sudah pasti terikat dengan tugasnya sebagai seorang missionaris. Dengan demikian sangat wajar kalau ummat Islam menaruh kecurigaan terhadap mereka bahwa pembagian rumah tersebut hanyalah taktik untuk menjebak seorang muslim agar meninggalkan agamanya setelah menerima rumah. Atau bisa jadi ditentukan syarat harus keluar dulu dari agama Islam untuk bisa mendapatkan rumah gratis. Untuk mengantisipasi program pemurtadan ini sudah seharusnya ummat Islam merapatkan barisan, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, dan terus menerus melakukan konsolidasi dan pembentengan ummat agar aqidah mereka terpelihara. Pemerintah juga diharapkan memainkan peranannya sebagai pengayom rakyat. Rakyat berhak mendapat perlindungan manakala keyakinannya terancam. Apabila mereka tidak mendapat perlindungan pemerintah, maka dikhawatirkan mereka akan melakukan perlawanan dengan cara mereka sendiri yang pada akhirnya menimbulkan konflik antar ummat beragama. Semoga hal ini mendapat perhatian bersama.(sal/voa-islam)
| |